Berita Klaten

FKUB Kabupaten Klaten Berrencana Membentuk Desa Sadar Kerukunan Berbasis Wisata Di Wilayah Prambanan

KLATEN. |] PojokKlaten.com – Untuk semakin mendekatkan diri dan kiprahnya sehari hari diketahui masyarakat luas, Forum Kerukunan.Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten hari Kamis (10/6) pagi menjadi narasumber dalam acara Talk Show di radio RSPD Kabupaten Klaten di kompleks Gedung Sunan Pandanaran Kota Klaten.

Talk Show yang dipandu oleh jurnalis senior, Paidi mengambil tema “Pentingnya Peran Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kecamatan / Desa Di Klaten” ini menghadirkan pengurus FKUB Kabupaten Klaten lengkap yang dipimpin oleh KH. Syamsoedin Asrofie.

Dalam talk show ini terungkap jika selama ini FKUB Kabupaten Klaten belum memiliki kantor sendiri dan masih menumpang di salah satu ruangan di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Klaten. KH Syamsoedin Asrofie mengatakan bahwa meski sebuah lembaga membutuhkan kantor tetapi yang lebih penting adalah institusi tersebut menunjukkan kinerja dan sumbangsih berupa nilai nilai positif kepada masyarakat.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten saat ini sedang meluncurkan program pembentukan Paguyuban Kerukunan Umat Beragama ( PKUB) di tingkat kecamatan dan desa di seluruh wilayah kabupaten Klaten. Hal itu merupakan satu satunya di Indonesia dan oleh Kementrian Agama RI, langkah FKUB Kabupaten Klaten itu dijadikan sebagai pilot project untuk kemudian bisa ditiru di daerah lain.

Seperti diketahui, belum lama ini desa Jonggrangan kecamatan Klaten Utara Kabupaten Klaten adalah desa pertama yang membentuk PKUB dan menjadi contoh sebagai desa Sadar kerukunan beragama dan berbudaya. Di dalam masyarakat desa Jonggrangan terdapat berbagai macam keyakinan atau agama dan tempat ibadah tetapi masing masing penganut keyakinan atau agama di desa tersebut dapat saling hidup rukun dan menjaga toleransi satu sama lain.
Masing masing pemuka agama dan masyarakat selalu bermusyawaraj dan berkoordinasi jika muncul permasalahan yang berpotensi akan mengganggu kerukunan antar umat beragama di desa tersebut.

Lebih lanjut dijelaslan Kyai Syamsoedin Asrofie, ke depan FKUB Kabupaten Klaten akan membentuk desa sadar kerukunan berbasis wisata. Saat ini sedang dijajaki untuk menjadikan desa Tlogo di kecamatan Prambanan sebagai role model desa sadar kerukunan berbasis wisata. Di desa Tlogo kecamatan Prambanan, terdapat obyek wisata candi Prambanan, candi Sewu, Candi Plaosan. Bilamana di desa Tlogo itu sudah terbentuk PKUB, dan berhasil mewujudkan kehidupan masyarakat yang sadar kerukunan dalam keseharian, akan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung di desa tersebut.

Peran PKUB diharapkan hampir sama dengan peran dan fungsi FKUB tingkat kabupaten, hanya saja baik PKUB Kecamatan maupun PKUB Desa tidak memiliki wewenang untuk memberikan rekomendasi ijin pendirian rumah ibadah. Rekomendasi ijin pendirian rumah ibadah hanya dikeluarkan oleh FKUB Kabupaten.

Dengan terciptanya kehidupan beragama warga masyarakat yang harmonis, minim terjadi gesekan gesekan maka para investor akan berdatangan untuk menanamkan modalnya. Dengan makin banyak investor berusaha otomatis terjadi peningkatan kesejahteraan pada warga setempat. (Sarjana)

 

 

Bagikan berita ini di:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *