Wisata Dan Kuliner

Operasi Gabungan Satpol PP, TNI Dan Polri Di Kawasan Wisata Rowo Jombor Dapati Empat Perahu Wisata Belum Penuhi Standar Keselamatan Penumpang

KLATEN. |] PojokKlaten.com – Operasi gabungan penegakan Perda dan atau Protokol kesehatan oleh Satpol PP, TNI dan Polri di berbagai obyek wisata di wilayah kabupaten Klaten secara rutin terus dilaksanakan. Operasi menyasar pada pada ketersediaan kelengkapan sarana penunjang protokol kesehatan dan keselamatan pengunjung di obyek wisata.

Hari Sabtu (5/6) siang, Tim gabungan dari Kodim 0723 Klaten, Satpol PP Pemkab Klaten dan Polres Klaten melaksanakan operasi penegakan Perda dan Protokol Kesehatan di kawasan obyek wisata Rowo Jombor, desa Krakitan kecamatan Bayat, Klaten. Sebelumnya Tim Gabungan melaksanakan apel di halaman Pendopo Pemkab Klaten.

Sesampai di kawasan obyek wisata Rowo Jombor, Tim menyisir satu per satu wahana wisata yang baru trend di obyek wisata Rowo Jombor yaitu Perahu Wisata. Dari penyisiran tersebut didapati empat buah perahu wisata yang belum bisa memenuhi standar kelengkapan protokol kesehatan atau standar keselamatan penumpang.

Empat perahu yang belum memenuhi standar keselamatan penumpang tersebut kemudian disegel dan tidak boleh beroperasi sampai mereka melengkapi perahunya sesuai dengan standar keselamatan penumpang.

Kepala Satpol PP Pemkab Klaten, Joko Hendrawan kepada media ini mengatakan, Satpol PP bersama aparat TNI dan Polri secara rutin mengadakan operasi penegakan Perda dan Protokol kesehatan di kawasan obyek wisata yang ada di kabupaten Klaten.

Dan untuk perahu wisata di Rowo Jombor ini, sebelumnya sudah ada kesepakatan antara pengelola perahu wisata dengan Pemkab Klaten bahwa perahu wisata yang boleh dan bisa beroperasi hanya perahu wisata yang menyediakan sarana dan menerapkan protokol kesehatan serta melengkapi perahu wisatanya dengan sarana keselamatan penumpang seperti pelampung atau ban.

Kali ini tim gabungan mendapati ada emlat perahu wisata yang belum memenuhi sarana kelengkapan keselamatan penumpang maka keempatnya kemudian disegel dan sementara tidak boleh beroperasi.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Sri Nugroho mengatakan dari 44 perahu wisata yang ada di kawasan wisata Rowo Jombor, didapati ada 4 perahu wisata yang belum melengkapi perahunya dengan sarana prasarana keselamatan penumpang. Berarti 80 persen lainnya sudah mematuhi peraturan keselamatan penumpang.
” Kepada yang 20 % persen ini akan kita minta untuk segera melengkapi perahunya dengan sarana keselamatan penumpang agar bisa segera beroperasi kembali..” terang Sri Nugroho. ( Sarjana)

Bagikan berita ini di:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *