Berita Klaten

Bupati Hj. Sri Mulyani Berharap Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Bisa Meningkatkan Kesejahteraan Warga Klaten

KLATEN. |] PojokKlaten.com – Bupati Klaten, Hj. Sri Mulyani minta proyek pembangunan jalan tol Jogja -Solo harus memberikan keuntungan bagi warga Klaten.

Proyek pembangunan jalan tol Jogja-Solo yang melintasi wilayah kabupaten Klaten segera akan dimulai pekerjaan fisiknya pada tahun ini. Untuk itu, bupati Klaten,Hj. Sri Mulyani minta kepada pelaksana pembangunan jalan tol Jogja – Solo untuk memperhatikan aspek lingkungan, sejarah maupun sosial masyarakat Klaten agar pembangunan jalan tol tersebut memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan warga Klaten.

Demikian diungkapkan bupati Klaten, Hj. Sri Mulyani di sela sela pertemuan atau audiensi antara Pihak Pelaksana Proyek Pembangunan Jalan tol Jogja – Solo dengan jajaran Forkopimda kabupaten Klaten pada hari Jum’at (4/6) di sebuah rumah makan di Klaten Selatan, Klaten.

Pada pertemuan yang dihadiri Dandim 0723 Klaten, Letkol Inf. Joni Eko Prasetyo, Wakapolres Klaten, Kompol Adi Nugroho, Sekda Kabupaten Klaten, Jaka Sawaldi, Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Klaren, Agung Taufik Hidayat tersebut, pihak pelaksana proyek pembangunan jalan tol Jogja-Solo menjelaskan bahwa pembangunan konstruksi proyek tol Jogja Solo, terutama yang melintasi wilayah kabupaten Klaten segera dimulai.

Bupati Klaten, Hj. Sri Mulyani berharap pelaksana pembangunan proyek jalan tol Jogja – Solo, untuk tetap memperhatikan kelestarian saluran irigasi lahan persawahan dan situs situs purbakala peninggalan masa pra sejarah serta jalan lingkungan yang sangat penting bagi lalu lintas perekonomian warga yang dilintasi oleh trase jalan tol.

Terkait dengan ganti rugi terhadap tanaman di atas lahan terdampak trase jalan tol, sebagaimana diaspirasikan para kepala desa di beberapa wilayah kecamatan di Klaten kepada Kepala Kantor ATR/BPN sehari sebelumnya, bupati akan berkoordinasi dengan pelaksana kegiatan proyek pembangunan jalan tol Jogja-Solo untuk memberikan informasi yang jelas dan terinci terkait ganti rugi sehingga tidak muncul permasalahan di kemudian hari. (Sarjana)

Bagikan berita ini di:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *