Headline

Terkait Ganti Rugi Tanaman Di Atas Lahan Terdampak Tol Jogja-Solo, Beberapa Kades Minta Kejelasan Ke Kepala Kantor ATR/BPN Klaten

KLATEN |] PojokKlaten.com – Sejumlah kepala desa di wilayah Kabupaten Klaten bagian barat yang wilayahnya terdampak trase jalan tol Jogja-Solo, hari Kamis (4/6) siang mendatangi kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Klaten guna meminta penjelasan terkait penentuan harga ganti rugi tanaman yang ada di atas lahan terdampak.

Kepada awak media, Moech. Marsoem Kepala Desa Karangduren kecamatan Kebonarum Klaten sesaat sebelum bertemu Kepala Kantor ATR BPN Kabupaten Klaten menjelaskan, dirinya bersama beberapa kepala desa yang wilayahnya terdampak trase jalan tol Jogja-Solo, ingin mencari kejelasam terkait ganti rugi terhadap tanaman maupun bangunan yang ada di atas lahan yang terkena trase jalan tol.

Para Kepala Desa di wilayah Kecamatan Karangnongko, Jogonalan dan Prambanan mendengar informasi bahwa di desa Kadirejo dan desa Jungkare kecamatan Karanganom kabupaten Klaten terkait ganti rugi terhadap tanaman yang ada di atas lahan yang terkena trase jalan tol tidak disertai rincian, dengan kata lain uang ganti rugi untuk tanaman terkesan dipukul rata, tidak berdasar jenis tanaman yang terdampak.

Seorang warga desa Joton kecamatan Jogonalan, Sri Widodo,(56), saat ditanya media ini mengaku selama ini belum menerima sosialisasi dari pihak terkait tentang harga ganti rugi terhadap tanaman yang ada di atas lahannya yang terdampak trase jalan tol.

“Saya mendengar informasi kalau gantirugi terhadap tanaman dipukul rata, tidak dirinci berdasar jenis tanaman. Padahal tiap jenis tanaman berbeda harganya..” ujar Sri Widodo.

Terlihat hadir di kantor ATR BPN Kabupaten Klaten pagi ini antara lain Kades Demakijo kecamatan Karangnongko,, Ery Karyatno, Kades Joho kecamatan Prambanan, Yuliastanto, Kades Karangduren kecamatan Kebonarum, Muh. Marsoem dan Kades Tambakan kecamatan Jogonalan, Eko Andriyanto.

Sekitar jam 10, rombongan Kades tersebut diterima oleh Kepala Kantor ATR BPN Kabupaten Klaten, Agung Taufik Hidayat di ruang kerjanya. Dalamy kesempatan bertemu para Kades tersebut, Agung Taufik Hidayat didampingi oleh beberapa pejabat di Kantor ATR BPN Kabupaten Klaten.

Dalam pertemuan antara para Kades dengan Kepala Kantor ATR BPN Kabupaten Klaten itu, Agung Taufik Hidayat menjelaskan bahwa sebenarnya proses pembayaran ganti rugi terhadap tanaman yang ada di atas lahan terdampak trase tol itu sudah dirinci terkait jenis tanaman namun rupanya warga masyarakat tidak menerima informasi yang jelas sehingga terkesan ganti rugi terhadap tanaman dihitung secara pukul rata.

Namun Kepala Kantor ATR BPN Kabupaten Klaten mengucapkan terima kasih atas kedatangan para Kades dan warga yang lahannya terdampak trase jalan tol Jogja-Solo tersebut. Dan semua aspirasi yang disampaikan oleh para Kades itu menurut Agung Taufik Hidayat akan dikoordinasikan dengan pihak aprraisal agar ke depan proses pembebasan lahan untuk jalan tol berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan.

“Aspirasi para Kades tersebut kami jadikan feed back atau respon positif bagi kami untuk kelanjutan proses pembebasan lahan yang lebih baik dan tranparan ke depan..” terang Agung Taufik Hidayat. (Sarjana)

Bagikan berita ini di:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *